ff
 

Jumat, 24 September 2010


Visi Pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti kedepan

Pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti mesti lebih maju dari Kabupaten lain yang lebih dahulu di bentuk, Selat Panjang sebagai ibu kota saat ini sudah, sedang dan akan terus di poles untuk di tampilkan sebagai ibu kota Kabupaten, untung sudah sejak lama Selat Panjang memang sudah pesat pembangunannya, apalagi sejak dulu Selatpanjang menjadi tumpuan masyarakat desa disekitar sudah menjadikannya sebagai tumpuan tempat berbelanja, masyarakat dari Sungai Linau - Kayu Ara, Bungur, Sokop, Sonde, Bokor, Lemang, Peranggas, Bantar, Melai dan lain-lainnya membeli barang kebutuhan pokok dan lainnya ke Selatpanjang.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah agar pembangunan yang kita bangunkan ini tidak asal bangun, oleh karena itu perlu Visi dan Misi yang jelas yang tertuang dalam sebuah Rencana Strategis (Renstra) Pembangunan Kabupaten Meranti kedepan, mungkin perlu di adopsi apa yang pernah dilakukan oleh Bapak Saleh Djasit, SH, gubernur Riau di awal Reformasi. Beliau membentuk Dewan Pakar dan mengajak seluruh komponen untuk merembuk Visi Riau ke depan yang dikenal dengan VISI 2020, dengan Renstra yang jelas pembangunan Riau dilaksanakan menjadi lebih terarah, sumber dana dan tenaga dapat lebih di fokuskan sehingga terhindar dari mubazir atau mengambur-hamburkan Sumber Daya yang makin terbatas.
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti yang baru beserta jajarannya nanti wajib memiliki Rencana Strategis yang jelas baik jangka panjang maupun jangka pendek, selain memuat apa yang menjadi Visi dalam kampanye kemaren, hendaknya juga mau mendengar pendapat (diminta masukan pada tokoh, para pakar dan masyarakat lainnya) agar Visi dan Renstra tersebut sesuai dengan keinginan, karakteristik masyarakat kepulauan Meranti.
Titik krusial berikutnya adalah apa yang pertama yang mesti dibenahi terlebih dahulu dengan anggaran yang terbatas ini, jangan terlalu cepat ingin seperti kabupaten lain, bertahap tapi pasti, misalnya : jangan buru-buru menganggarkan mobil dinas untuk Kepala Dinas, Anggota Dewan, ataupun Camat, karena mau jalan kemana itu mobil, pemborosan dan hanya menjadi beban (perawatan), mungkin akan lebih cocok sebuah Motor Boat. Artinya para pejabat dan wakil rakyat lebih dapat menahan diri dan menyesuaikan diri sesuai dengan karakteristik Kepulauan kita.

0 comments:

Posting Komentar

 
 
 
 
Copyright © aljufri